Leler, Randegan, Banyumas – Ilqoul Mufrodat : Menumbuhkan Kemampuan dan Cinta Santri terhadap Bahasa Arab


pdfandalusia.sch.id (14/10/2025)
Bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur’an, bahasa Nabi, dan bahasa surga. Karena itu, mencintai serta mempelajari bahasa Arab menjadi hal penting bagi setiap muslim. Hal inilah yang mendorong PDF Andalusia untuk terus menumbuhkan semangat santri dalam berbahasa Arab melalui program Ilqoul Mufrodat.
Program ini merupakan salah satu bentuk upaya pengembangan kemampuan santri dalam berbicara bahasa Arab secara aktif dan benar. Kegiatan Ilqoul Mufrodat rutin dilaksanakan setiap hari Senin dan Selasa pukul 12.30 WIB, tepat setelah pelaksanaan salat Zuhur berjamaah.
Program ini digerakkan oleh Bagian Bahasa PDF Andalusia di bawah koordinasi Mahbub Atoillah Dan Muhammad Abrori Dan di bantu oleh kema’rifan Pdf Andalusia
Dalam setiap pertemuan, yang diawali dengan pembukaan serta lantunan nyanyian-nyanyian berbahasa Arab untuk menghidupkan suasana. para santri akan mendapatkan empat kosakata baru (mufrodat) yang menjadi bahan pembelajaran. Setelah menerima kosakata tersebut, santri diajak untuk menyusun jumlah (kalimat) dalam bahasa Arab menggunakan kata-kata yang telah diberikan. Selanjutnya, mereka diminta menghafalkannya dengan fasih, jelas, dan sesuai kaidah nahwu serta shorof.
Pada pertemuan berikutnya, santri diharapkan mampu mengulang kembali hafalan sebelumnya sebagai bentuk evaluasi dan penguatan daya ingat mereka terhadap kosakata dan struktur bahasa Arab.


Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
“أَحِبُّوا الْعَرَبَ لِثَلَاثٍ: لِأَنِّي عَرَبِيٌّ، وَالْقُرْآنُ عَرَبِيٌّ، وَكَلَامُ أَهْلِ الْجَنَّةِ عَرَبِيٌّ”
(HR. Thabrani)
Artinya:
Dari Ibnu Abbas ra., Rasulullah ﷺ bersabda: “Cintailah bangsa Arab karena tiga hal: karena aku adalah orang Arab, karena Al-Qur’an berbahasa Arab, dan karena bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab.”
Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya bahasa Arab bagi umat Islam. Bahasa Arab bukan hanya milik bangsa Arab, melainkan bahasa seluruh umat muslim di dunia, tanpa memandang suku maupun asal bangsa.
Sejak seorang muslim masih dalam kandungan, ibunya dianjurkan memperdengarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Saat lahir, dikumandangkan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri. Ketika tumbuh, anak belajar huruf hijaiyah, membaca Al-Qur’an, hingga seluruh dzikir dan ibadahnya pun menggunakan bahasa Arab.
Rasulullah ﷺ memerintahkan kita mencintai bahasa Arab karena Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa tersebut. Kita tidak akan memahami kandungan Al-Qur’an dan Sunnah secara mendalam tanpa menguasai bahasa Arab serta ilmu nahwu dan shorof.
Bahasa Arab disebut sebagai bahasa penghuni surga, karena dengan memahaminya, kita akan mampu mengerti isi Al-Qur’an dan Sunnah secara benar, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan insya Allah menjadi sebab bagi kita untuk menuju surga.
