You are currently viewing Program Takhossus: Wadah Penguatan Keilmuan Santri dalam Kajian Kitab Turats
Program Takhossus: Wadah Penguatan Keilmuan Santri dalam Kajian Kitab Turats

Banyumas, Ahad (8/2/2026)-Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Andalusia merupakan lembaga pendidikan yang berorientasi pada pendalaman kitab-kitab kuning serta pelestarian tradisi keilmuan para ulama. Pendidikan ini dirancang untuk menanamkan fondasi keilmuan Islam yang kuat dengan tetap menjaga nilai-nilai autentik pesantren.

Selain berfokus pada penguasaan khazanah turats, PDF Andalusia juga menerapkan sistem pengajaran yang kental dengan nilai-nilai keislaman, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari santri. Melalui kurikulum terpadu, PDF Andalusia membekali santri dengan kedalaman ilmu agama, kemampuan bahasa Arab, serta pembentukan akhlak pesantren yang khas.

Di sisi lain, PDF Andalusia memiliki sejumlah program unggulan yang dirancang untuk memperkuat kualitas keilmuan santri. Salah satu program unggulan tersebut adalah Program Takhossus, yang menjadi wadah pembinaan intensif dalam mendalami kitab-kitab turats secara lebih fokus, terarah, dan berkesinambungan. Takhossus merupakan salah satu program yang memiliki nilai sangat sakral dalam sistem pendidikan pesantren di PDF Andalusia. Program ini dirancang sebagai pondasi utama keilmuan santri dalam mendalami kitab-kitab turats (kitab kuning) yang telah menjadi ciri khas dan keistimewaan tradisi keilmuan pesantren sejak dahulu.

Lebih dari sekadar kegiatan pembelajaran, program Takhossus menjadi proses pembinaan menyeluruh yang menyiapkan santri untuk digembleng secara serius, baik dari sisi keilmuan maupun pembentukan karakter. Melalui program ini, santri PDF Andalusia diajarkankan agar memiliki jiwa Qur’ani, kedalaman pemahaman agama, serta identitas hidup yang kuat sebagai penuntut ilmu.

Kegiatan Takhossus dilaksanakan setiap hari pada pukul 14.00–16.00 WIB, tepat setelah waktu istirahat siang. Selama dua jam penuh, santri diarahkan untuk menjaga fokus, membangun sinergi yang kuat, dan mencurahkan perhatian secara maksimal terhadap materi yang disampaikan.

Dalam pelaksanaannya, para pengurus dan ustadz PDF andalusia berperan sebagai figur utama pengampu program. Di antaranya Ust. Munfatihul Fuadi, Ust. Fajri, Ust. Shohibul Ishom, Ust. Maftuh Ibnu Faqih, Ust. Firdaus Misbah, dan Ust. Saeful. dan lain sebagainya Merekalah sosok-sosok yang berada di balik proses gemblengan santri PDF Andalusia dalam membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab kuning secara mendalam.

Metode pembelajaran yang digunakan adalah sistem bandongan, di mana ustadz atau pengampu membaca teks kitab, sementara santri menyimak dengan seksama, menerjemahkan, memberikan makna (tarkib), serta memahami kandungannya. Setelah pembacaan, ustadz menjelaskan materi secara detail, mendalam, dan teliti agar santri memperoleh pemahaman yang utuh.

Sebagai bentuk evaluasi dan penguatan materi, pada pertemuan berikutnya salah satu santri akan dipilih untuk membaca kembali kitab yang telah dipelajari, dengan menghadap langsung kepada pengampu Takhossus, sebelum dilanjutkan ke materi baru.

Program Takhossus ini berfokus pada fan keilmuan utama, seperti Nahwu, Sharaf, dan Fikih, yang menjadi ciri khas kegiatan takhossus di PDF Andalusia. Kitab-kitab yang digunakan pun disesuaikan dengan jenjang dan tingkat kelas santri, sehingga proses pembelajaran berjalan terarah dan proporsional.

Melalui program Takhossus ini, diharapkan lahir santri PDF Andalusia yang tidak hanya mampu membaca dan memahami kitab turats, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu, kematangan akhlak, serta kesiapan untuk melanjutkan estafet keilmuan ulama salaf. Program ini menjadi ikhtiar berkelanjutan dalam menjaga tradisi keilmuan pesantren, sekaligus mencetak generasi santri yang berilmu, beradab, dan siap mengabdi kepada agama, masyarakat, dan umat.

PDF WUSTHA & ULYA ANDALUSIA

Pendidikan Diniyyah Formal Wustha Dan Ulya Yang Terletak di Jln. Ditowongso, Dsn. Leler, Randegan, Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia, 53172

Didirikan Oleh Syaikuna KH. Zuhrul Anam Hisyam

Tinggalkan Balasan