Kebasen, Banyumas — Upaya memperkuat pemahaman keagamaan santri terus dilakukan oleh PDF Wustha Ulya Andalusia melalui berbagai kegiatan pembelajaran. Salah satunya adalah kegiatan takhossus yang dilaksanakan secara rutin setiap hari sebagai penguatan materi setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) pagi bersama para asatidz.
Kegiatan takhossus berlangsung setiap pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Kegiatan ini diampu oleh pengurus asrama PDF Andalusia bersama sebagian asatidz dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran santri.
Takhossus menjadi salah satu bagian pokok dalam kurikulum PDF Wustha Ulya Andalusia. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengulangan materi, tetapi juga menjadi sarana bagi santri untuk memperdalam pelajaran yang sebelumnya telah disampaikan dalam KBM pagi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan takhossus menerapkan metode bandongan dan sorogan. Kedua metode tersebut memberikan ruang kepada santri untuk mengikuti kajian secara bersama sekaligus mendapatkan pendalaman secara lebih langsung. Materi yang menjadi fokus utama antara lain ilmu fikih dan nahwu, yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran keagamaan santri.
Selain pendalaman ilmu agama, takhossus juga menjadi bagian dari persiapan akademik bagi santri tingkat akhir. Khusus kelas 3 Wustha dan 3 Ulya, kegiatan dilengkapi dengan materi IW (Imtihan Wathani) sebagai persiapan menghadapi ujian akhir.
Koordinator kegiatan Takhossus, Ustadz Shohibul Ishom, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam membantu santri memahami kembali materi yang telah diperoleh di kelas.
“Kegiatan takhossus sangat membantu santri dalam memperdalam keilmuan dan memperkuat pemahaman terhadap materi yang sudah didapatkan di dalam kelas,” ujar Ustadz Shohibul Ishom.
Menurutnya, pembelajaran yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan memberikan kesempatan kepada santri untuk kembali mengkaji materi sekaligus memperkuat penguasaan terhadap pelajaran yang telah disampaikan.
Keberadaan takhossus juga menjadi bentuk sinergi antara pembelajaran formal di dalam kelas dengan pembelajaran di lingkungan asrama. Materi yang diterima santri pada KBM pagi kemudian diperkuat melalui kajian dan pendalaman pada sore hari.
Melalui kegiatan tersebut, PDF Wustha Ulya Andalusia berupaya membangun pola pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pendalaman dan penguatan keilmuan. Takhossus diharapkan mampu menjadi bagian dari proses pembentukan santri yang memiliki dasar keilmuan agama yang kuat serta kesiapan dalam menghadapi jenjang evaluasi pendidikan.
Dengan demikian, takhossus bukan sekadar kegiatan tambahan di sela aktivitas santri, melainkan menjadi salah satu ikhtiar dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan pesantren di PDF Wustha Ulya Andalusia.
GALERI


Oleh : Ahmad Mahbub ‘Atoillah

PDF WUSTHA & ULYA ANDALUSIA
Pendidikan Diniyyah Formal Wustha Dan Ulya Yang Terletak di Jln. Ditowongso, Dsn. Leler, Randegan, Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia, 53172
Didirikan Oleh Syaikuna KH. Zuhrul Anam Hisyam
