Leler, Jawa Tengah — Selasa, 10 Maret 2026 / 21 Ramadhan 1447 H. Menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 H, para santri PDF Wustha dan Ulya Andalusia bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Setelah menjalani hari-hari dengan berbagai kegiatan belajar, mengaji, dan berkhidmah di pesantren—terlebih pada bulan Ramadhan yang dipenuhi dengan rangkaian ibadah serta pengajian balagh yang sangat padat—para santri akhirnya mendapatkan kesempatan untuk kembali berkumpul bersama keluarga.
Kepulangan para santri ini dilaksanakan setelah memperoleh izin dari Syaikhuna KH. Zuhrul Anam Hisyam. Sebelum acara perpulangan, para santri terlebih dahulu mengikuti agenda mushafahah bersama beliau yang dilaksanakan pada Rabu pagi, 11 Maret 2026.
Momen perpulangan ini bukan sekadar waktu liburan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para santri untuk melepas rindu dengan keluarga sekaligus membawa pulang nilai-nilai ilmu dan adab yang telah dipelajari selama berada di pesantren. Masa libur juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbakti kepada orang tua, mempererat silaturahmi, serta mengisi hari-hari Idul Fitri dengan berbagai amalan yang membawa keberkahan.
Para santri PDF Andalusia juga diharapkan dapat menyebarkan manfaat dari ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
Pada kesempatan acara Malam Nuzulul Qur’an dan Haul Masyayikh yang digelar pada malam sebelum perpulangan, Syaikhuna Abah KH. Zuhrul Anam Hisyam turut menyampaikan sejumlah pesan kepada para santri. Dalam pesannya, beliau menekankan agar para santri tetap menjaga kewajiban shalat dan tidak meninggalkan shalat lima waktu, khususnya shalat Tarawih dan shalat Subuh. Para santri juga diingatkan agar tidak sampai terlambat dalam menunaikan shalat, terlebih hingga harus mengqadha.
Selain itu, para santri diharapkan tetap menjaga akhlak yang baik sebagai santri Andalusia ketika berada di rumah maupun di tengah masyarakat. Abah juga berharap agar kebiasaan-kebiasaan baik yang telah dilakukan di pondok tetap dijaga ketika para santri berada di rumah, seperti berdzikir dan berwirid hingga terbit matahari. Dengan demikian, nilai-nilai yang telah dipelajari di pesantren tetap terpelihara dan dapat membawa keberkahan bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Abah KH. Zuhrul Anam Hisyam juga memanjatkan doa agar seluruh santri dapat sampai ke rumah masing-masing dengan selamat tanpa halangan apa pun. Beliau turut menitipkan salam kepada para wali santri serta berpesan agar para santri dapat ikut berkontribusi dalam mengembangkan Pondok Pesantren Andalusia dan turut menyebarkan syiar dengan mengajak masyarakat untuk mondok di Andalusia.
Pelaksanaan Libur Romadlon 2026
Libur Romadlon dimulai pada 11 Maret 2026 M / 21 Romadlon 1447 H dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
• Santri yang diperbolehkan pulang adalah santri yang telah menyelesaikan target Muhafadzoh Madin.
• Seluruh santri wajib mengikuti rombongan yang telah ditentukan oleh pihak pondok.
• Para santri akan diantar oleh pihak pondok menuju titik penjemputan di setiap kabupaten/kota.
• Wali santri diharapkan hadir di lokasi tersebut untuk menjemput putra-putrinya sesuai jadwal yang akan disampaikan kemudian.
Kedatangan Pasca Libur Romadlon 2026
Setelah masa libur selesai, seluruh santri wajib kembali ke pondok pada tanggal 30–31 Maret 2026 M dengan ketentuan sebagai berikut:
• 30 Maret 2026 : Seluruh santri putra dan putri yang tidak mengikuti rombongan.
• 31 Maret 2026 : Seluruh santri putra dan putri yang mengikuti rombongan.
Semoga masa libur Romadlon ini menjadi waktu yang penuh berkah bagi para santri PDF Andalusia untuk berkumpul bersama keluarga, mempererat silaturahmi, serta menambah semangat dalam melanjutkan perjalanan menuntut ilmu ketika kembali ke pondok. Dengan ilmu yang telah dipelajari, semoga para santri dapat terus menjaga adab, mengamalkan ilmunya, dan menebarkan manfaat di tengah masyarakat.
Melalui masa libur Ramadhan ini, diharapkan para santri PDF Andalusia dapat memanfaatkannya sebagai waktu yang penuh berkah untuk berkumpul bersama keluarga, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan kembali semangat dalam melanjutkan perjalanan menuntut ilmu ketika kembali ke pondok. Dengan ilmu yang telah dipelajari, para santri diharapkan terus menjaga adab, mengamalkan ilmunya, serta menebarkan manfaat di tengah masyarakat.
